Showing posts with label Kambing. Show all posts
Showing posts with label Kambing. Show all posts

Cara Pencegahan Dan Pengobatan Penyakit Kembung Pada Kambing Dan Domba

January 06, 2019
Bagi peternak di pedesaan untuk mengobati ternak yang sakit sering mengalami kesulitan, lantaran jauh dari kota (toko obat) dan harga obat yang terlalu mahal, sehingga sulit terjangkau oleh peternak. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dicari alternatif lain yakni dengan memakai obat tradisional yang ada dan sanggup dilakukan peternak serta harganya murah. Namun demikian perjuangan pencegahan juga perlu dilakukan dengan menjaga kebersihan ternak dan lingkungannya, pertolongan pakan yang cukup (kualitas dan kuantitas), higienis dan tidak beracun. Tips bagi Anda untuk mengatasi aneka macam penyakit yang sering menyerang kambing melalui pengobatan tradisional .

Kembung (bloat) disebabkan oleh penimbunan gas dalam perut jawaban proses fermentasi berjalan cepat. Tingginya akumulasi gas menekan organ dalan badan sehingga menjadikan kesakitan, pernapasan dengan verbal terbuka atau frekuensi pernapasan tinggi, serta frekuensi buang air besar dan kencing meningkat.
Agar ternak terhindar dari perut kembung, hindari pertolongan pakan kambing sebagai berikut : Pakan hijauan yang masih terlalu muda, banyak mengandung air atau terlalu basah, baik terkena air hujan atau embun. Maka sebaiknya kambing diberi pakan hijauan yang sudah kering dari embun pagi. Pakan dari materi pakan yang gampang dan cepat difermentasi menyerupai kol, lobak dan wortel secara berlebihan. Pakan biji-bijian yang tergiling halus terlalu banyak, tetapi kuarang menerima hijauan erserat. Pakan leguminosa (daun kacang-kacangan) terlalu banyak. Bila keadaan memaksa, hijauan baiknya diberi percikan minyak kelapa.

Bagi peternak di pedesaan untuk mengobati ternak yang sakit sering mengalami kesulitan CARA PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN PENYAKIT KEMBUNG PADA KAMBING DAN DOMBA

Tanda klinis :
Kambing merasa gelisah, sakit, dan sulit bernapas. Perut belahan kiri mengalami pembesaran yang jikalau ditepuk akan berbunyi menyerupai bedug/gendang.
Punggung membungkuk, denyut jantung melemah, selaput lender verbal kebiruan.
Ternak jatuh dan susah berdiri lagi, jikalau dibiarkan ternak sanggup mati mendadak.


Pengobatan jamu :
1. Minyak nabati (minyak kelapa, minyak kedelai, atau minyak sawit) sebanyak 100-200 ml (sekitar ½ – 1 gelas) dengan cara dicekok.
2. Kambing dicekok 200 cc “Sprite/soda”, kemudian perut yang kembung sebelah kiri dibalur dengan bawang merah hanlus dan sudah dicampur dengan minyak angin. Bila anginasudah keluar melalui anus, kedua kakidepan diangkat ke atas sambil sisi perut dijepit dengan kaki kita. Mulut kambing harus selalu terbuka, dengan cara verbal kambing disumbat dengan kayu/paralon secara melintang dan usahakan kambing tetap berdiri. Dengan cara ini semua timbunan gas dalam perut akan keluar.
3. Bagian anus kambing ditusuk dengan tangkai daun papaya yang ujungnya sudah diolesi minyak goreng biar tidak melukai dinding anus. Setelah itu kedua sisi perut kambing dijepit sehingga gas akan keluar melalui tangkai daun papaya. 
Demikian infonya... semoga bermanfaat bagi saudara saudari yang membacanya.
Jenis Kambing Pedaging Dan Kambing Perah

Jenis Kambing Pedaging Dan Kambing Perah

January 03, 2019
Kambing Pedaging

1. Kambing Angora

Kambing Angora berasal dari daerah Angora di Anatolia, bersahabat Ankara, yang kini jadi ibu kota Turki. Kambing ini suka meramban dan mendapat sebagian besar pasokan makanannya dari daun-daun dan ranting pohon. Namun demikian, kalau tersedia, kambing ini juga makan rumput. Kambing Angora sedikit lebih kecil daripada domba pedaging. Saat lahir, anak kambing Angora berbobot 2 hingga 4 kilogram; pada usia 6 bulan, 18 hingga 25 kilogram; dan pada usia 16 hingga 18 bulan, 28 hingga 33 kilogram. Kambing Angora betina sampaumur berbobot 38 hingga 50 kilogram, dan kambing Angora jantan sampaumur berbobot 43 hingga 63 kilogram. Kambing Angora sangat kurang prolifik dibandingkan dengan domba dan banyak kambing betinanya yang mandul. Masa kebuntingan kambing Angora sekitar 148 hari.


2. Kambing Achondroplastik

Kambing ini merupakan kambing kecil berkaki pendek. Pada usia dewasa, tinggi kambing ini 50 cm, dan beratnya sekitar 20 kg. Kambing Achondroplastik terdapat di daerah hutan dan savana Afrika Barat dan Afrika Tengah. Kambing ini sangat cocok diternakkan di daerah tropis. Meskipun termasuk kambing kerdil, kambing ini menghasilkan daging dengan kualitas baik. Dengan pemeliharaan yang telaten, kambing ini sanggup menghasilkan anak kembar dua atau tiga. Perkawinan kambing jenis ini sanggup terjadi sepanjang tahun. Sayangnya, pertumbuhan tubuhnya lambat.


3. Kambing Barbari

Kambing Barbari juga termasuk dalam kategori kambing kecil. Kambing jenis ini banyak terdapat di daerah Sind, Pakistan. Kambing Barbari sampaumur beratnya berkisar 20 hingga 30 kilogram. Kambing Barbari juga termasuk kambing prolifik, yaitu setiap kelahiran biasanya beranak kembar 2 hingga 3 ekor. Sifat prolifiknya ini menciptakan kambing ini diternakkan sebagai kambing pedaging.

4. Kambing Benggala Hitam

Kambing Benggala hitam ialah jenis kambing kerdil lainnya. Kambing ini banyak terdapat di Assam dan daerah utara Bangladesh. Kambing jantan sampaumur berbobot hanya 13 kg dan betina 9 kg.

5. Kambing Bligon

Kambing Bligon disebut juga kambing Gumbolo atau Jawa Randu. Kambing ini merupakan hasil perkawinan silang antara kambing Etawa dan kambing Kacang. Kambing hasil persilangan ini lebih menyerupai kambing Kacang. Moncongnya lancip, telinganya tebal dan lebih panjang daripada kepalanya, lehernya tidak bersurai, tubuhnya terlihat tebal, dan bulu tubuhnya kasar.
Sebagaimana kambing Kacang, kambing Bligon sangat gampang pemeliharaannya alasannya ialah jenis pakan apa pun dimakannya, termasuk rumput lapangan. Kambing ini cocok dipelihara sebagai kambing potong alasannya ialah anak yang dilahirkan cepat besar.

6. Kambing Boer

Untuk uraian mengenai kambing Boer, silakan klik gambaran umum kambing Boer


7. Kambing Boerawa

Sesuai dengan namanya, kambing Boerawa merupakan hasil perkawinan silang antara kambing jantan Boer dan kambing betina Etawa atau Peranakan Etawa. Usaha persilangan kedua jenis kambing ini sudah pernah dilakukan di Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan melalui perkawinan alami. Namun demikian, perjuangan perkawinan silang alami di kedua provinsi ini kurang berhasil dibandingkan dengan perjuangan perkawinan silang melalui inseminasi buatan di Lampung. Karena perkembangannya yang pesat dan untuk mengangkat gambaran provinsi Lampung dalam merintis perkawinan silang kedua jenis kambing ini, nama kambing Boerawa kemudian diganti dengan Saburai.

Para peternak di Lampung sangat berminat untuk memelihara kambing Saburai alasannya ialah beberapa keunggulannya. Selain sosoknya yang lebih besar, kambing ini juga mempunyai tingkat produksi dan mutu daging yang lebih baik dibandingkan dengan kambing Etawa atau Peranakan Etawa. Kadar kolesterol kambing ini rendah dan dagingnya empuk dan enak. Tingkat pertumbuhannya juga lebih cepat, sementara pemeliharaan dan perawatannya tidak begitu berbeda dengan kambing lokal. Saat lahir berat rata-rata kambing Saburai 2,5 hingga 3,5 kg. Sedangkan kambing Kacang 1,6–2,0 kg dan PE 2,4–2,6 kg; berat sapih kambing Saburai 14–20 kg, kambing Kacang hanya 7–8 kg, dan PE 9–11 kg. Perbedaan ini semakin terang terlihat pada usia 6-7 bulan. Berat kambing Saburai mencapai 30–35 kg, kambing Kacang 10–12 kg, dan PE 15–20 kg. Setelah 1 tahun, kambing Saburai bisa mencapai bobot 50–60 kg, kambing Kacang 24–27 kg, dan kambing PE 40-60 kg.

8. Kambing Kreolo

Kambing Kreolo ialah ternak pedaging yang banyak dipelihara di Amerika Latin dan Tengah. Kambing ini bisa hidup di daerah yang sangat gersang. Kambing ini berbulu tipis, pendek, berwarna hitam atau coklat, dan sering terdapat bercak putih. Tanduknya melengkung, dan telinganya pendek dan tegak. Kambing jantan berjanggut, sedangkan kambing betina tidak berjanggut. Tinggi gumba kambing Kreolo jantan 75 cm, dan kambing betina 65 cm. Bobot kambing sampaumur berkisar 40 hingga 60 kg. Satu kelahiran menghasilkan anak 1 hingga 2 ekor.

9. Kambing Gaddi

Kambing Gaddi sanggup diternakkan untuk mendapat daging atau susunya. Ini tergolong kambing berbulu panjang. Kambing ini disebut juga kambing Himachal Pradesh. Kambing ini banyak ditemukan di daerah India Utara dan Pakistan.


10. Kambing Kacang

Kambing Kacang ialah kambing orisinil Indonesia. Kambing ini sangat sering melahirkan anak kembar. Dengan kata lain, kambing ini masuk penjabaran kambing yang sangat prolifik. Satu kelahiran bisa menghasilkan 2 hingga 3 ekor anak. Kambing ini berkembang biak sepanjang tahun dan pemeliharaannya sangat sederhana. Kambing ini tahan derita, lincah, tersebar luas, dan bisa mengikuti keadaan dengan baik di banyak sekali lingkungan.

11. Kambing Kashmir

Kambing Kashmir merupakan kambing yang hidup di daerah pegunungan Asia Tengah menyerupai Tibet, Mongolia Dalam, Kashmir, Iran, Turki, Kurdistan, Khirgiztan, dan Rusia. Kambing ini sanggup hidup di daerah gersang dengan ketinggian 3.600 hingga 4.200 di atas permukaan laut. Kambing Kashmir jantan sampaumur sekitar 60 kg dan kambing Kashmir betina 40 kg. Kambing ini merupakan keturunan pribadi kambing liar Capra Falconeri. Kambing gembrong yang terdapat di Bali diduga merupakan keturunan kambing Kashmir. Karena bulunya yang lebat, selain menghasilkan daging, kambing ini juga menghasilkan bulu yang sanggup diolah sebagai materi pakaian.

12. Kambing Kerdil Cina Selatan

Kambing kerdil Cina Selatan merupakan kambing kerdil yang hidup di daerah tropis dan lembab. Kambing jantan sampaumur berbobot sekitar 30 kg, dan bobot kambing betina sampaumur hanya 25 kg. Meskipun ukuran badannya kecil, kambing ini sangat sering melahirkan anak kembar dua.

13. Kambing Kecil Afrika Timur

Sesuai dengan namanya, kambing ini hdiup di daerah Afrika Timur dan banyak dipelihara sebagai ternak pedaging dan penghasil kulit. Penampilan fisik kambing ini menyerupai kambing Kacang, yang merupakan kambing orisinil Indonesia. Kambing ini berbulu pendek dengan banyak sekali corak warna dan bertanduk kecil. Kambing sampaumur beratnya sekitar 30 kg. Kambing ini juga sangat prolifik.

14. Kambing Maxoto

Kambing ini juga dinamakan kambing Nungfing. Kambing Maxoto banyak diternakkan di daerah timur bahari Brazil. Warna bulunya coklat muda atau coklat kelabu kuning dengan garis-garis hitam di punggung dan perut. Bulu muka dan kakinya berwarna hitam. Kambing Maxoto sampaumur berbobot sekitar 32 kg. Induk kambing betina bisa melahirkan tiga kali dalam dua tahun dan hampir 90% selalu melahirkan anak kembar.

15. Kambing Sahel

Kambing Sahel paling cocok dipelihara di daerah padang pasir yang gersang menyerupai Sudan dan Afrika Barat. Kambing ini tahan panas dan lingkungan yang sangat gersang menyerupai daerah sabana di pinggiran gurun Sahara. Kambing Sahel berbulu pendek tapi halus. Kambing ini merupakan ternak penghasil daging dan kulit bermutu tinggi.

16. Kambing Salt Range

Kambing ini terdapat di daerah barat bahari Pakistan, Rawalpindi, dan Mianwali. Kambing ini dipelihara sebagai ternak penghasil daging dan bulu yang panjang. Berat karkas kambing Salt Range berumur satu tahun mencapai 15-20 kg.

17. Kambing Sirli

Kambing ini banyak ditemukan di daerah pegunungan barat bahari Pakistan. Kambing Sirli sampaumur sekitar 35 kg. Bulunya yang panjang bisa mencapai 25 cm.


18. Kambing SomaliaHampir semua kambing Somalia berbulu putih halus. 

Kambing ini biasanya diternakkan sebagai penghasil daging dan kulit. Kulitnya tipis namun bermutu tinggi. Kisaran bobot kambing sampaumur ialah 20 hingga 30 kg. Seperti ditunjukkan namanya, kambing ini banyak terdapat di Somalia, Afrika Timur.

19. Kambing Spanyol

Kambing Spanyol atau kambing La Mancha berasal dari Spanyol. Ciri khas kambing ini ialah telinganya sangat pendek atau hampir tidak berdaun telinga. Kambing Spanyol jantan sampaumur berkisar 55 hingga 80 kg dan kambing Spanyol betina 35 hingga 40 kg. Bulunya pendek dan warnanya beraneka ragam. Kambing ini sangat tangguh dan bisa mengikuti keadaan di banyak sekali lingkungan yang buruk. Tujuan utama peternakan kambing Spanyol ialah produksi daging. Kambing ini sanggup berkembang biak pada trend gugur hingga trend cuek sepanjang tahun. Dengan demikian, kambing Spanyol sanggup beranak dan menghasilkan daging sepanjang tahun di daerah berhawa dingin.

Kambing Perah :

1. Kambing Etawa
Kambing Etawa berasal dari daerah Jamnapari, India. Karena itu, kambing ini disebut juga kambing Jamnapari. Kambing Etawa paling populer di Asia Tenggara. Di negara asalnya, kambing ini tergolong kambing dwiguna - penghasil susu dan daging. Postur tubuhnya besar, telinganya panjang menggantung, mukanya cembung, dan bulu di paha belakang sangat lebat. Kambing Etawa jantan bisa mencapai bobot 90 kg, dan kambing betinanya hanya 60 kg. Produksi susu kambing Etawa sangat tinggi, yaitu 235 kg per masa laktasi (261 hari). Pada masa puncak laktasinya, produksi susu kambing ini mencapai 3,8 kg per hari.

Karena tingkat produksi susu dan tingkat pertumbuhannya yang tinggi, serta kemampuan penyesuaian yang sangat baik terhadap kondisi lingkungan yang ekstrim, kambing ini sering dipakai untuk memperbaiki mutu kambing lokal di suatu negara. Usaha perbaikan mutu genetik kambing lokal di Indonesia menghasilkan kambing Peranakan Etawa (PE). Pusat produksi terbesar kambing PE ialah Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah.

Walaupun begitu, semenjak beberapa tahun belakangan ini telah muncul sentra peternakan kambing PE gres menyerupai kecamatan Gumelar, Banyumas, Jawa Tengah dan Banyuwangi, Jawa Timur. Bogor, Sukabumi, Bandung, Lampung, dan Palembang juga mulai berubah menjadi sentra peternakan gres kambing PE.

2. Kambing Alpen

Seperti tersirat dari namanya, kambing Alpen berasal dari pegunungan Alpen di Austria dan Perancis. Kebanyakan kambing yang tersebar di daerah Eropa merupakan keturunan kambing Alpen. Kambing Alpen jantan sanggup mencapai bobot 90 kg. Kambing Alpen betina sampaumur berbobot sekitar 55 kg dan sanggup menyusui anaknya dengan baik. Kambing ini sanggup menghasilkan susu 4,5 kg per hari, terutama pada masa laktasi kedua dan ketiga. Kambing ini bisa menyesuaikan diri dengan baik di daerah tropis beriklim kering.

3. Kambing Saanen

Kambing Saanen berasal dari lembah Saanen, Swis cuilan barat. Ini ialah jenis kambing paling besar di Swis. Karena peka terhadap sinar matahari, kambing ini tidak cocok diternakkan di daerah tropis. Telinga kambing ini tegak dan mengarah ke depan, bulunya umumnya putih dan adakala terdapat bercak-bercak hitam di cuilan hidung, telinga, atau ambingnya.

Kambing tak bertanduk ini juga termasuk kambing dwiguna - penghasil daging dan susu. Kambing ini diternakkan sebagai kambing pedaging alasannya ialah yang jantan bertubuh besar. Kambing ini juga dipelihara sebagai kambing perah alasannya ialah bisa menghasilkan susu 740 kg pada masa laktasi yang berlangsung selama 250 hari. Peranakan kambing ini sanggup ditemukan di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

4. Kambing Toggenburg

Kambing Toggenburg berasal dari lembah Toggenburg, timur bahari Swis. Telinganya tegak dan menghadap ke depan, hidung agak cembung, warna bulu merah bau tanah atau coklat dengan bercak putih di pendengaran atau cuilan atas mata. Kambing jantannya sanggup mencapai bobot 80 kg dan betinanya 60 kg. Kulit dan bulunya sangat halus, dan produksi susunya mencapai 600 kg selama 267 hari masa laktasi.

5. Kambing Anglo-Nubia

Kambing ini berasal dari daerah Nubia di timur bahari Afrika. Kambing ini kini banyak diternakkan di Mesir, Afrika Selatan, dan Abesinia. Telinga kambing ini menggantung, ambing besar, dengan bulu berwarna hitam, merah, coklat, putih, atau kombinasi warna-warna tersebut. Kambing Anglo-Nubia jantan bisa mencapai bobot 90 kg dan kambing betinanya 70 kg. Produksi susunya 700 kg selama 237 masa laktasi.

6. Kambing Beetal

Kambing Beetal banyak dipelihara di daerah Punjab, Rawalpindi, dan Lahore. Kambing ini diduga sebagai hasil perkawinan silang antara kambing Etawa dan kambing lokal alasannya ialah ciri fisiknya sangat menyerupai dengan kambing Etawa. Produksi susunya 190 kg selama 180 hari masa laktasi.

Mengenal Kambing Boer Dan Silangannya

January 03, 2019
Mengenal Kambing Boer dan silangannya

Kambing Boer merupakan salah satu kambing unggul untuk tipe pedaging. hanya saja di indonesia keberadaannya masih sedikit sekali, padahal peminatnya tidak sedikit terutama oleh peternak modern. hal ini terkadang di manfaatkan oleh para penjual kambing yang tidak bertanggung jawab dengan menjual kambing turunan persilangan boer dengan menyampaikan bahwa kambing tersebut boer orisinil ataupun boer pure breed padahal bukan. hal ini sangat merugikan peternak pembeli yang tidak mengetahui ciri ciri boer orisinil dan ingin mendapat kambig tersebut untuk di kembangkan. 
dalam dunia perkambingan boer terdiri dari beberapa kualifikasi, diantaranya: 


Boer full blood

1. Boer Full Blood registered, yaitu: kambing boer yang berasal dari keturunan 100% kambing boer berdarah murni terdaftar silsilahnya pada asosiasi boer dan tidak mempunyai satupun kambing non boer (bukan boer) dalam catatan silsilah nenek moyangnya (pedigree). Pada kenyataannya kambing boer murni hanya didapatkan dari kambing boer yang diimpor eksklusif dari Afrika Selatan. sedangkan yang Boer full blood unregistered tidak terdaftar silsilahnya pada asosiasi boer.

2. Boer Pure Breed, yaitu: Kambing boer peranakan (purebreed) kambing boer betina peranakan dedifinisikan mempunyai 15/16 (93,75%) darah kambing boer yang berasal dari keturunan kambing boer murni atau peranakan yang telah teregistrasi dan tercatat oleh IBGA atau disebut Betina F4. kambing boer jantan peranakan didefinisikan mempunyai 31/32 (96,88%) darah kambing boer yang berasal dari kambing keturunan kambing boer murni atau peranakan yang telah teregistrasi dan tercatat oleh IBGA atau disebut Jantan F5.
3. Kambing boer gabungan (percentage) ,yaitu : kambing boer yang mempunyai 1/2 (50%) darah kambing boer. Kambing boer gabungan sanggup berasal dari keturunan pejantan boer murni (fullblood) dengan indukan bukan boer atau indukan boer murni dengan pejantan bukan boer.


Kawin Silang (Cross Breeding)Lalu pertanyaannya bagaimana mendapat nilai persentase darah keturunan seekor kambing boer? Aturan kawin silang (crossbreeding) kambing boer yaitu acuannya. Aturan ini mensyaratkan dua hal : 

Pejantan yang dikawinkan harus murni (pureblood).
Pencatatan silsilah (pedigree) harus konsisten dilakukan untuk menandai nilai persentase seekor kambing boerJika syarat diatas tidak sanggup terpenuhi maka hukum kawin silang pun tidak berlaku. 
Berikut yaitu hukum kawin silang kambing boer. “F” disini menawarkan persentase kemurnian kambing boer yang dihasilkan dari kawin silang pejantan kambing boer murni (fullblood) dengan indukan kambing yang lain.

F1 : 1/2 kambing boer (pejantan kambing boer murni, indukan kambing jenis lain)
F2 : 3/4 kambing boer (pejantan kambing boer murni, indukan F1)
F3 : 7/8 kambing boer (pejantan kambing boer murni, indukan F2)
F4 : 15/16 kambing boer (pejantan kambing boer murni, indukan F3)
F5 : 31/32 kambing boer (pejantan kambing boer murni, indukan F4)di Indonesia kambing boer di silangkan dengan kambing kacang, jawa randu, PE, benggala dll. satu satunya institusi yang mempunyai kambing boer full blood registered yaitu Universitas Brawijaya. sayang dalam perjalanannya kurang berkembang baik, walaupun masih mempunyai stok boer. lalu pemprov lampung yang bekerja sama dengan beberapa perusahaan importir mempunyai beberapa boer fullblood yang di peruntukan untuk persilangan kambing jawa randu di provinsi lampung. di Balai Penelitian kambing potong Lolit sei putih galang sumatera utara juga di kembang silangkan boer dengan kambing kacang.selain itu ada beberapa perusahan atau farm yang mempunyai koleksi kambing boer. sementara itu di samping di Unibraw malang semen boer juga tersedia di BIB lembang dan BIB singosari.Perlu dicatat jikalau hasil kawin silang diatas tidak akan pernah menghasilkan keturunan murni (fullblood). Yang dihasilkan hanyalah kambing boer peranakan (purebreed). IBGA menyediakan jasa tes DNA untuk mengetahui persentase kemurnian seekor kambing boer sebagai pembuktian genetis.
berikut panduan dari presentasi BPTP pemprov lampung untuk ciri ciri kambing boer hasil silangan dengan kambing jawa randu.

Penyakit Mata Pada Kambing,Domba Dan Cara Penanganannya

December 29, 2018
Pink eye sering disebut juga penyakit bular mata/ radang mata/ katarak, atau kelabu mata yang sering terjadi pada kambing maupun domba.
Pink eye disebut juga penyakit epidemik, lantaran ditempat yang telah terinfeksi sanggup berjangkit kembali setiap tahunnya. Penyakit ini sering timbul dengan tiba-tiba terutama pada binatang dalam keadaan lelah. (Blood, dkk, 1983).
Pink eye sanggup menyerang semua jenis ternak dan semua tingkat umur, tetapi binatang muda lebih peka dibandingkan dengan binatang tua. Penyebab utama pink eye pada sapi yaitu moraxella bovis sedangkan pada domba dan kambing sering dikenal rickettsia colesiota, namun para hebat masih banyak berbeda pendapat ada yang menyebutkan penyebabnya bakteri, virus, chlamidia dan juga rickettsia. (Anonymous, 1998).
 
Penyebab
Pink eye sanggup disebabkan oleh mikroorganisme pathogen, benda asing, trauma dan perubahan iklim. Faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya infeksi pink eye yaitu lalat, debu, kelembaban, musim, kepadatan binatang di dalam sangkar serta kualitas makanan. (Anonymous, 1998).

Infeksi pink eye lebih banyak berjangkit pada peralihan ekspresi dominan kemarau dibandingkan dengan ekspresi dominan penghujan. Tetapi pada kasus yang kronis sanggup berlangsung sepanjang tahun. (Made, 1997).

Gejala Yang Tampak
Masa inkubasi penyakit ini biasanya 2-3 hari, kadang kala lebih panjang, binatang penderita mengalami demam, depresi dan penurunan nafsu makan, mata mengalami konjunctivitis, kreatitis, kekeruhan kornea dan lakrimasi. Pada kasus yang berat sanggup menimbulkan ulserasi kornea dan kebutaan. Pada kornea mata binatang yang sembuh dari penyakit ini terdapat jaringan parut. (Made, 1997)

Cara Bekerjanya Penyakit
Pada infeksi akut sekresi mata bersifat purulen, pada belahan bawah mata selalu basah, photopobia (takut cahaya). Kekeruhan kornea sanggup meluas menutupi seluruh permukaan lensa mata bila diamati terlihat bintik-bintik putih atau keabu-abuan di tengah bola mata. Apabila membrana nictitan robek, maka basil oportunis sanggup masuk kedalamnya dan menjadikan terjadinya infeksi pada mata sehingga menjadikan kebutaan. (Anonymous, 1998).
Bintik-bintik putih semakin menebal dan menutupi permukaan kornea, cairan dari mata yang bersifat purulen saling menempel sehingga bulu mata lengket dan mengakibatkan tergangunya penglihatan. Pada kasus yang kronis cairan mata keluar menyerupai nanah dan menempel di bawah permukaan mata hingga ke hidung bahkan mengeras membentuk keropeng. Pada infeksi ringan atau sub akut terlihat air mata cenderung keluar, kornea keruh dan sedikit pembengkakan pada jaringan sekitarnya. (Anonymous, 2004).
 
Cara Mendiagnosa
Diagnosa pink eye sanggup dilakukan menurut etiologi, epidemiologi dan menurut tanda-tanda klinis. Pemeriksaan menurut tanda-tanda klinis pada penderita pink eye akan menandakan tanda-tanda menyerupai mata merah, kelopak mata nanah dan lakrimasi yang meningkat. Pada kasus yang akut kornea mata keruh dan terjadinya pengapuran pada kornea mata. (Blood, dkk, 1983).
 
Pengobatan
Beberapa jenis antibiotik yang sering dipakai dalam pengobatan pink eye menyerupai larutan zinc sulfat 2.5%, salap mata sulfathiazole 5%, bacitrasin salap (R282), atau kombinasi anti bakterial dengan anestesi lokal (R289) atau serbuk urea-sulfa, yang dipakai secara lokal. Bisa juga dengan tetracycline, oxytetracycline/polymyxin B, atau erythromycine salep, yang diberikan 3-4 kali sehari, atau dengan donasi larutan perak nitrat 1,5% (8-10 tetes) yang diberikan dengan interval 2-3 kali per minggu. (Blood dkk., 1983)
Cara yang paling hemat dalam pengobatan Pink eye yaitu dengan furazone powder atau penyuntikan LA 200 secara intra musculus maupun diteteskan pada mata, tetapi waktu yang diperlukan untuk penyembuhan sangat lama. Adapun Komposisi LA 200 terdiri atas : Gentamycin 100mg/ml : 10 ml, Dexamethasone, 2mg/ml : 10 ml, Aquadestilata : 10 ml. (Anonymous, 2005)


Pencegahan
Usaha pencegahan sanggup dilakukan dengan mengetahui sumber infeksi dan cara penularannya sehingga sanggup dilakukan perjuangan pencegahan antara lain :
 
@Memusnahkan binatang karier yaitu binatang yang dianggap sebagai sumber infeksi segera diisolasi dari kawanan ternak
 
@Hewan yang terinfeksi segera dikandangkan (isolasi) pada kawasan yang gelap, guna untuk menghindari kontak dengan binatang yang sehat baik secara pribadi atau tidak pribadi menyerupai dinding kandang, air minum kawasan pengembalaan dengan demikian sanggup terhindar dari lalat yang merupakan vektor dari jasad renik tersebut.
 
@Sanitasi yaitu dengan menjaga kebersihan sangkar serta lingkungan yang higienis serta terbebas dari genangan air.
 
@Mengurangi jumlah binatang di dalam kandang. Akibat terlalu padat binatang didalam sangkar sanggup mengakibatkan kontaminasi sesama.
 
@Pemberian masakan yang cukup mengandung vitamin A atau padang pengembalaan yang baik sehingga sanggup terhindar timbulnya infeksi.
 
Berdasarkan uraian diatas maka sanggup diambil kesimpulan antara lain :

#Penyakit Pink eye merupakan salah satu penyakit yang cepat menular kepada binatang yang lain.
 
#Hewan yang menderita penyakit Pink eye sanggup bersifat karier.
 
#Pada kasus yang kronis jikalau tidak diobati sanggup terjadi kebutaan.
 
#Pink eye sanggup mengakibatkan kerugian ekonomi bagi peternak menyerupai penurunan berat badan, dan penurunan produksi.
 
#Kesukaran dalam penanggulangan pink eye yang disebabkan oleh banyaknya faktor predisposisi dan agent penyebab.
#Tindakan pencegahan yaitu dengan cara menyingkirkan binatang karier serta menjaga kualitas makanan.